Program UNBOR Peduli Sumatera Barat memasuki hari ketiga pelaksanaan, pada Selasa, 27 Januari 2026, yang berlokasi di Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada hari ini, Tim Relawan Universitas Borobudur Jakarta melanjutkan tahap intervensi pemulihan lanjutan berbasis komunitas, dengan fokus pada penguatan layanan dasar, pemulihan fasilitas ibadah, serta dukungan langsung terhadap lingkungan dan hunian warga terdampak banjir.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang menitikberatkan pada mobilisasi dan intervensi awal, kegiatan hari ketiga mencerminkan pendalaman keterlibatan relawan di ruang hidup masyarakat. Kehadiran relawan tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi mulai menyentuh aspek pemulihan fungsi sosial, spiritual, dan kehidupan sehari-hari masyarakat secara lebih nyata. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pemulihan berbasis komunitas, di mana relawan hadir untuk mendukung bangkitnya rutinitas, rasa aman, serta martabat masyarakat pascabencana.
Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan briefing pagi yang diikuti oleh seluruh anggota tim relawan Universitas Borobudur. Briefing ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman tim terhadap kondisi lapangan, mengevaluasi capaian dan kendala hari sebelumnya, serta memastikan kesiapan fisik dan psikologis relawan sebelum melaksanakan kegiatan. Selain itu, briefing juga menjadi ruang koordinasi untuk pembagian tugas dan penegasan prosedur keselamatan kerja.
Pada hari ketiga, tim relawan dibagi ke dalam tiga unit kerja, yaitu Tim Layanan Kesehatan, Tim Bersih Mushala, dan Tim Bersih Lingkungan, guna menjawab kebutuhan masyarakat secara paralel dan saling melengkapi.
Tim Layanan Kesehatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian obat-obatan kepada masyarakat terdampak banjir. Dalam kegiatan ini, Universitas Borobudur kembali menurunkan tiga orang tenaga medis (dokter) yang berkolaborasi dengan Tim Kesehatan PMI Banten. Posko layanan kesehatan berlokasi di Sigiran, Malalak Utara, dan bertujuan membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan dasar serta menangani keluhan kesehatan pascabencana.
Sementara itu, Tim Bersih Mushala melaksanakan pembersihan toilet dan ruang salat pada salah satu mushala di wilayah terdampak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi fasilitas ibadah agar dapat digunakan kembali secara nyaman dan higienis oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar meskipun bersamaan dengan aktivitas Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diikuti oleh anak-anak setempat, dengan tetap menjaga ketertiban dan keselamatan serta berkoordinasi dengan pengelola mushala.
Di sisi lain, Tim Bersih Lingkungan melaksanakan pembersihan rumah warga terdampak banjir, salah satunya rumah dengan tingkat kerusakan sedang. Proses pembersihan menghadapi tantangan berupa lumpur, batang kayu, pasir, dan bebatuan yang terbawa banjir hingga mengeras di dalam rumah. Meski demikian, tim relawan tetap berupaya membersihkan area rumah agar dapat kembali digunakan sebagai tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi pemiliknya.
Hasil sementara kegiatan hari ketiga menunjukkan bahwa layanan kesehatan dasar berhasil diberikan kepada masyarakat di wilayah Sigiran, fasilitas mushala kembali dapat digunakan dengan lebih nyaman, serta salah satu rumah warga berhasil dibersihkan dari material sisa banjir. Partisipasi dan penerimaan masyarakat terhadap kehadiran Tim Relawan Universitas Borobudur berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme.
Melalui kegiatan hari ketiga ini, Universitas Borobudur menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan yang holistik, berkelanjutan, dan berbasis komunitas. Program UNBOR Peduli Sumatera Barat akan terus dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pemulihan sesuai dengan kebutuhan dan hasil evaluasi lapangan pada hari-hari berikutnya.


